Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Perbedaan Nilai Parameter Biolectrical Impedance Analysis (BIA) Berdasarkan Gender pada Populasi Sehat di Medan


Judul :
Perbedaan Nilai Parameter Biolectrical Impedance Analysis (BIA) Berdasarkan Gender pada Populasi Sehat di Medan

Tanggal Terbit :
14 Juli 2010

Penulis :
Taufik Sungkar

Pembimbing :
Abdurrahim Rasyid Lubis, Harun Rasyid Lubis

Divisi :
Nefrologi-Hipertensi

Latar Belakang :
BIA merupakan alat portable yang mudah digunakan, bersifat non invasive dan tidak bergantung pada operator serta hasilnya dapat dipercaya dengan tingkat kesalahan yang rendah sehingga metode ini dapat diterima secara luas. Nilai BIA sangat dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin, ras atau etnik, index massa tubuh (IMT) dan juga umur, sehingga pengukuran beberapa parameter BIA lebih baik jika nialai standar BIA yang digunakan berasal dari populasi yang memliki karakteristik yang sama, sehingga validasi nilai standar BIA dapat mengurangi beberapa kesalahan oleh karena adanya perbedaan komposisi cairan tubuh berdasarkan jenis kelamin serta adanya perbedaan pola distribusi lemak, panjang kaki dan lengan antar kelompok etnik yang akan mempengaruhi  akurasi dan ketelitian dari pengukuran BIA.

Tujuan :
Untuk mengetahui perbedaan nilai parameter BIA berdasarkan gender pada populasi sehat di Medan.

Metode : 
Penelitian ini merekrut 100 populasi sehat (usia 18-40 tahun) di Medan, pada bulan Januari-Mei 2010. Kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan Laboratorium (darah rutin, KGD Ad Rando0m dan Kreatinin Serum). Kemudian data seperti nama, umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan dicatat dan dimasukkan ke alat BIA dan secara otomatis keluar hasil kalkulasi dari parameter komposisi tubuh.

Hasil : 
Dari 100 populasi sehat terdiri dari 50 (50%) laki-laki dan 50 (50%) perempuan, umur 27,9 + 5,4 tahun, BMI 24,6 +  2,9 kg/m2 , tekanan darah sistolik 113,8 + 7,8 mmHg. Terdapat perbedaan bermakna pada paremeter status nutrisis, dimana pada laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan. TBW laki-laki (39,2 + 4 lt) dan perempuan (28,9 + 2,4 Lt, P<0,05), ECW: (15,8 +  1,2 vs 12,3 + 1,3 Lt, P<0,05), ICW : (23,4 + 3,1 vs 16,7 + 1,5 Lt, P 16,7 + 1,5 Lt, P<0,05), TBK (145,9 + 14,7 vs 98,5 + 7,8 Lt, p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna pada parameter Status Nutrisi, dimana pada laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan : BCM (30,6 + 3,1 vs 22,3 + 1,8 kg, P < 0,05), FFM (54,9 +  4,2 vs 40,3 + 3,3 kg, P < 0,05), FM (17,8 + 6,1 vs 18,1 + 6,1 kg, P < 0,05), RMR (1668,9 + 109,3 vs 1321 + 58,4 kcal, P < 0,05), Protein (11,6 + 1,5 vs 8 + 1,1 kg, P < 0,05), Mineral (4,1 + 0,5 vs 3,3 + 0,4 kg, P < 0,05), Glikogen (499,2 + 38 vs 365,6 + 29,7 g, P < 0,05). Terdapat perbedaan bermakna pada Phase Angle, dimana pada laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan (66,8 + 0,8 vs 5,5 + 0,80, P < 0,05).

Kesimpulan : 
Terdapat perbedaan bermakna pada parameter status volume cairan tubuh, status nutrisi dan Phase Angle yang diukur dengan BIA, dimana nilai laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan. Hanya parameter FM yang nilainya lebih tinggi pada perempuan.

Kata Kunci : 
BIA, Status Volume Cairan, Status Nutrisi, Phase Angle.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates