Judul :
Perbedaan Nilai Parameter Biolectrical Impedance Analysis (BIA) Berdasarkan
Gender pada Populasi Sehat di Medan
Tanggal Terbit :
14 Juli 2010
Penulis :
Taufik Sungkar
Pembimbing :
Abdurrahim Rasyid Lubis, Harun Rasyid Lubis
Divisi :
Nefrologi-Hipertensi
Latar Belakang :
BIA merupakan alat portable yang mudah digunakan, bersifat non invasive dan
tidak bergantung pada operator serta hasilnya dapat dipercaya dengan tingkat
kesalahan yang rendah sehingga metode ini dapat diterima secara luas. Nilai BIA
sangat dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin, ras atau etnik, index massa
tubuh (IMT) dan juga umur, sehingga pengukuran beberapa parameter BIA lebih
baik jika nialai standar BIA yang digunakan berasal dari populasi yang memliki
karakteristik yang sama, sehingga validasi nilai standar BIA dapat mengurangi
beberapa kesalahan oleh karena adanya perbedaan komposisi cairan tubuh
berdasarkan jenis kelamin serta adanya perbedaan pola distribusi lemak, panjang
kaki dan lengan antar kelompok etnik yang akan mempengaruhi akurasi dan ketelitian dari pengukuran BIA.
Tujuan :
Untuk mengetahui perbedaan nilai parameter BIA berdasarkan gender pada
populasi sehat di Medan.
Metode :
Penelitian ini merekrut 100 populasi sehat (usia 18-40 tahun) di Medan,
pada bulan Januari-Mei 2010. Kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan
Laboratorium (darah rutin, KGD Ad Rando0m dan Kreatinin Serum). Kemudian data
seperti nama, umur, jenis kelamin, berat dan tinggi badan dicatat dan
dimasukkan ke alat BIA dan secara otomatis keluar hasil kalkulasi dari
parameter komposisi tubuh.
Hasil :
Dari 100 populasi sehat terdiri dari 50 (50%) laki-laki dan 50 (50%)
perempuan, umur 27,9 + 5,4 tahun, BMI 24,6 + 2,9 kg/m2 , tekanan darah sistolik
113,8 + 7,8 mmHg. Terdapat perbedaan bermakna pada paremeter status
nutrisis, dimana pada laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan. TBW
laki-laki (39,2 + 4 lt) dan perempuan (28,9 + 2,4 Lt, P<0,05),
ECW: (15,8 + 1,2 vs 12,3 + 1,3
Lt, P<0,05), ICW : (23,4 + 3,1 vs 16,7 + 1,5 Lt, P 16,7 +
1,5 Lt, P<0,05), TBK (145,9 + 14,7 vs 98,5 + 7,8 Lt,
p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna pada parameter Status Nutrisi, dimana
pada laki-laki lebih tinggi dibanding dengan perempuan : BCM (30,6 + 3,1
vs 22,3 + 1,8 kg, P < 0,05), FFM (54,9 + 4,2 vs 40,3 + 3,3 kg, P < 0,05), FM
(17,8 + 6,1 vs 18,1 + 6,1 kg, P < 0,05), RMR (1668,9 +
109,3 vs 1321 + 58,4 kcal, P < 0,05), Protein (11,6 + 1,5 vs 8
+ 1,1 kg, P < 0,05), Mineral (4,1 + 0,5 vs 3,3 + 0,4
kg, P < 0,05), Glikogen (499,2 + 38 vs 365,6 + 29,7 g, P <
0,05). Terdapat perbedaan bermakna pada Phase Angle, dimana pada laki-laki
lebih tinggi dibanding dengan perempuan (66,8 + 0,8 vs 5,5 + 0,80,
P < 0,05).
Kesimpulan :
Terdapat perbedaan bermakna pada parameter status volume cairan tubuh,
status nutrisi dan Phase Angle yang diukur dengan BIA, dimana nilai laki-laki
lebih tinggi dibanding dengan perempuan. Hanya parameter FM yang nilainya lebih
tinggi pada perempuan.
Kata Kunci :
BIA, Status Volume Cairan, Status Nutrisi, Phase Angle.


01.31
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar