Judul :
Perbadingan Kadar Adiponectin pada Penderita Sindroma Metabolik dengan
Penderita DM Tipe 2 Baru
Tanggal Terbit :
29 Oktober 2008
Penulis :
Shahrul Rahman
Pembimbing :
Dharma Lindarto
Divisi :
Endokrin dan Metabolik
Latar Belakang :
Adiponectin telah diketahui memiliki
efek anti inflamasi yang berperan dalam pencegahan aterogeneis. Pada
penderita sindroma metabolik (SM) maupun penderita daibetes mellitus (DM) telah
diketahui jika kadar adiponectin lebih rendah dibanding normal.
Tujuan :
Studi ini untuk mengetahui kadar adiponectin pada penderita SM dibandingkan
dengan penderita Dm tipe 2 baru.
Metode :
Dilakukan pemeriksaan kadar adiponectin serum secara potong lintang pada 16
penderita SM 9kriteria IDF 2005) dan 16 penderita DM tipe 2 baru (kriteria
WHO). Untuk membandingkan kadar adiponectin antara kelompok Sm dan Dm tipe 2
digunakan uji t independen jika data kedua kelompok berdistribusi normal. Jika
sebaiknya digunakan uji Mann Whitney. Dikatakan bermakna bila p<0,0a5. Analisa
statistik menggunkan SPSS versi 13,0.
Hasil :
Kadar Adiponectin serum pada penderita SM lebih rendah dibandingkan dengan
penderita Dm tipe 2 baru tetapi perbedaannya tidak bermakan secara statistik
(3;7413 + 1.61 vs 4.7538 + 2.09; p= 0.135). kadar Adiponectin mempunyai
korelasi negatif dengan lingkar pinggang (r=0.373, p= 0,027), lekosit (r=-0,39,
p=0,027) dan mempunyai korelasi yang positif dengan HDL kolesterol (r=+0,457,
p= 0,009).
Kesimpulan :
Tidak dijumpai perbedan yang bermakna antara kadar adiponectin penderIta SM
dibandingkan dengan penderita DM tipe 2 yang baru, kadar adiponectin bukan saja
ditentukan oleh nilai kadar gula darah. Adiponectinn serum merupakan petanda
penting yang dapat digunakan untuk menilai derajat inflamasi.
Kata Kunci :
Adiponectin, Sindroma metabolik, DM tipe 2 baru, derajat inflamasi.


01.29
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar