Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2


Judul :
Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2

Tanggal Terbit :
01 Juni 2011

Penulis :
Roni Risdianto Ginting

Pembimbing :
E. N. Keliat, Alwinsyah Abidin 

Divisi :
Pulmonologi & Alergi-Imunologi

Latar Belakang :
Pasien penyakit paru obstuktif kronik (PPOK) tidak hanya mengalami gejala respiratorik tetapi juga menunjukkan manifestasi ekstrapulmoner, salah satu diantaranya adalah disfungsi ereksi (DE). Kejadian DE pada pasien PPOK dapat sangat menggangu kebahagian pasien dan keluargnya sehingga akan menurunkan kualitas hdiup pasien.
 
Tujuan :
Pasien PPOK stabil yang berkunjung ke Poliklinik Pulmonologi Rawat Jalan dilakukan pemeriksaan klinik. Kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri untuk menentukan keparahan PPOK stabil dan penilaian fungsi ereksi menggunakan kuesioner International Index of Erctile Function (IIEF) untuk menentukan skor fungsi ereksi.

Metode :
Pasien PPOK stabil yang berkunjung ke Poliklinik Pulmonologi Rawat Jalan dilakukan pemeriksaan klinik. Kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri untuk menentukan keparahan PPOK stabil dan penilaian fungsi erkesi menggunakan kuesioner Internadion Index of Erectile Function (IIEF) untuk menentukan skor fungsi ereksi.

Hasil : 
Dari 58 subjek yang diperiksa ditemukan frekuensi DE pada pasien PPOK stabil sebesar 77,59%, yang terdiri dari DE berat 932,76%, n=19), DE sedang (20,69%,n=12). DE ringan sedang (13,79%, n=8) dan DE ringan (10,35%, n=6). Masalah seksual lain yang ditemukan pada pasien PPOK stabil adalah disfungsi kepuasan ketika berhubungan seksual (94,83%, n=55), disfungsi orgasme (82,76%, n=48), disfungsi hasrat seksual (87,93%, n=51), disfungsi kepuasan seksual secara keseluruhan (91,38%, n=53), dan disfungsi kepercayaan diri untuk keparahan (stadium) PPOK stabil dengan derajat disfungsi ereksi, dikuatkan oleh ditemukannya hubungan bermakna (p,0,06) antara perbedaan FEV1 prediksi dengan derajat disfungsi ereksi.  Akhirnya, ditemukantidak ada hubungan bermakna (p=0,05) antara perbedaan umur dengan derajat disfungsi ereksi.

Kesimpulan :
DE meruapakn masalah yang sering dijumpai pada pasien PPOK stabil. Ada hubungan keparahan PPOK stabil dengan DE dan perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk membuktikan dugaan adanya peran sitokin pro-inflamasi terhadap kejadian disfungsi ereksi pada pasien PPOK stabil.

Kata Kunci :
PPOK, disfungsi ereksi, sprometri, IIEF.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates