Judul :
Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap
Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2
Tanggal Terbit :
01 Juni 2011
Penulis :
Roni Risdianto Ginting
Pembimbing :
E. N. Keliat, Alwinsyah
Abidin
Divisi :
Pulmonologi & Alergi-Imunologi
Latar Belakang :
Pasien penyakit paru obstuktif kronik (PPOK) tidak hanya mengalami gejala
respiratorik tetapi juga menunjukkan manifestasi ekstrapulmoner, salah satu
diantaranya adalah disfungsi ereksi (DE). Kejadian DE pada pasien PPOK dapat
sangat menggangu kebahagian pasien dan keluargnya sehingga akan menurunkan
kualitas hdiup pasien.
Tujuan :
Pasien PPOK stabil yang berkunjung ke Poliklinik Pulmonologi Rawat Jalan
dilakukan pemeriksaan klinik. Kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi paru
menggunakan spirometri untuk menentukan keparahan PPOK stabil dan penilaian
fungsi ereksi menggunakan kuesioner International Index of Erctile Function
(IIEF) untuk menentukan skor fungsi ereksi.
Metode :
Pasien PPOK stabil yang berkunjung ke Poliklinik Pulmonologi Rawat Jalan
dilakukan pemeriksaan klinik. Kemudian dilakukan pemeriksaan fungsi paru
menggunakan spirometri untuk menentukan keparahan PPOK stabil dan penilaian
fungsi erkesi menggunakan kuesioner Internadion Index of Erectile Function
(IIEF) untuk menentukan skor fungsi ereksi.
Hasil :
Dari 58 subjek yang diperiksa ditemukan frekuensi DE pada pasien PPOK
stabil sebesar 77,59%, yang terdiri dari DE berat 932,76%, n=19), DE sedang
(20,69%,n=12). DE ringan sedang (13,79%, n=8) dan DE ringan (10,35%, n=6).
Masalah seksual lain yang ditemukan pada pasien PPOK stabil adalah disfungsi
kepuasan ketika berhubungan seksual (94,83%, n=55), disfungsi orgasme (82,76%,
n=48), disfungsi hasrat seksual (87,93%, n=51), disfungsi kepuasan seksual
secara keseluruhan (91,38%, n=53), dan disfungsi kepercayaan diri untuk
keparahan (stadium) PPOK stabil dengan derajat disfungsi ereksi, dikuatkan oleh
ditemukannya hubungan bermakna (p,0,06) antara perbedaan FEV1 prediksi dengan
derajat disfungsi ereksi. Akhirnya,
ditemukantidak ada hubungan bermakna (p=0,05) antara perbedaan umur dengan
derajat disfungsi ereksi.
Kesimpulan :
DE meruapakn masalah yang sering dijumpai pada pasien PPOK stabil. Ada
hubungan keparahan PPOK stabil dengan DE dan perlunya dilakukan penelitian
lanjutan untuk membuktikan dugaan adanya peran sitokin pro-inflamasi terhadap
kejadian disfungsi ereksi pada pasien PPOK stabil.
Kata Kunci :
PPOK, disfungsi ereksi, sprometri, IIEF.


01.28
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar