Judul :
Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap
Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2
Tanggal Terbit :
18 Mei 2011
Penulis :
Heny Syahrini
Pembimbing :
Santi Syafril, Dharma
Lindarto
Divisi :
Endokrinologi-Metabolik
Latar Belakang :
Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan organ dalam
jangka panjang. Pengendalian DM merupakan langkah utama dalam penanganan DM
Adiponektin merupakan protein spesifik yang disekresikan oleh jaringan adipose
dan berperan sebagai insulin sensitizing, fungsi dan struktur vaskuler dan anti
infalmasi. Kadar adiponektin berhubungan terbalik dengan resistensi insulin, DM
tipe 2, obesitas, penyakit kardiovakuler, dan inflamasi. Adanya pengendalian
DM diharapkan dapat meningkatkan kadar
adiponektin pada penderita DM tipe 2.
Tujuan :
Untuk mengetahui perbedaan kadar adipnektin sebelum dan setelah turunya
HbA1C serta korelasi penurunan HbA1C terhadap kadar adiponektin.
Metode :
Penelitian eksperimetnal dilakukan terhadap 14 orang penderita DM tipe 2 (terdiri
dari 7 pria dan 7 wanita) yang berkunjung ke Poliklinik Endokrinologi
RSUP.H.Adam Malik Medan dari bulan September 2010 hingga Januari 2011.
Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium HbA1C dan adiponektin
sebelum terapi. Setelah diterapi selama 3 bulan dengan insulin dan atau OHO,
HbA1C dan adiponektin diperiksa kembali. Peneilaian statistik dengan
menggunakan uji t berpasangan dan uji korelasi Pearson.
Hasil :
Dari 14 sampel yang iperiksa, diperoleh rerata HbA1C mengalami penurunan
secara bermakna setelah terapi (10,792 ± 2,696 vs 8,328 ± 1,741, p=0,001)
diikuti dengan peningkatan rerata kadar adiponektin secara bermakna (2,112 ±
0,573 vs 2,584 ± 1,014, p=0,012). Bila dibagi berdasarkan kelompok terapi
insulin, insulin plus OHO dan OHO saja, tidak dijumpai penurunan kadar HbA1C
maupun peningkatan kadar adiponektin yang bermakna. Sementara untuk uji
korelasi, tidak dijumpai korelasi bermakna antara penurunan kadar HbA1C
terhadap perubahan kadar adiponektin (r-0,157, p=0,592). Begitu juga bila
dibagi berdasarkan kelompok terapi insulin, insulin plus OHO, dan OHO saja.
Kesimpulan :
Terdapat peningkatan bermkna kadar adiponektin antara sebelum dengan
setelah penurunan HbA1C dan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara
penurunan kadar HbA1C dengan perubahan kadar adiponektin..
Kata Kunci :
Penurunan HbA1C, adiponektin, DM Tipe 2.


01.19
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar