Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2


Judul :
Pengaruh Penurunan HbA1C Terhadap Kadar Adiponektin Pada Penderita DM Tipe 2

Tanggal Terbit :
18 Mei 2011

Penulis :
Heny Syahrini

Pembimbing :
Santi Syafril, Dharma Lindarto 

Divisi :
Endokrinologi-Metabolik

Latar Belakang :
Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan organ dalam jangka panjang. Pengendalian DM merupakan langkah utama dalam penanganan DM Adiponektin merupakan protein spesifik yang disekresikan oleh jaringan adipose dan berperan sebagai insulin sensitizing, fungsi dan struktur vaskuler dan anti infalmasi. Kadar adiponektin berhubungan terbalik dengan resistensi insulin, DM tipe 2, obesitas, penyakit kardiovakuler, dan inflamasi. Adanya pengendalian DM  diharapkan dapat meningkatkan kadar adiponektin pada penderita DM tipe 2.

Tujuan :
Untuk mengetahui perbedaan kadar adipnektin sebelum dan setelah turunya HbA1C serta korelasi penurunan HbA1C terhadap kadar adiponektin.

Metode : 
Penelitian eksperimetnal dilakukan terhadap 14 orang penderita DM tipe 2 (terdiri dari 7 pria dan 7 wanita) yang berkunjung ke Poliklinik Endokrinologi RSUP.H.Adam Malik Medan dari bulan September 2010 hingga Januari 2011. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium HbA1C dan adiponektin sebelum terapi. Setelah diterapi selama 3 bulan dengan insulin dan atau OHO, HbA1C dan adiponektin diperiksa kembali. Peneilaian statistik dengan menggunakan uji t berpasangan dan uji korelasi Pearson.

Hasil :
Dari 14 sampel yang iperiksa, diperoleh rerata HbA1C mengalami penurunan secara bermakna setelah terapi (10,792 ± 2,696 vs 8,328 ± 1,741, p=0,001) diikuti dengan peningkatan rerata kadar adiponektin secara bermakna (2,112 ± 0,573 vs 2,584 ± 1,014, p=0,012). Bila dibagi berdasarkan kelompok terapi insulin, insulin plus OHO dan OHO saja, tidak dijumpai penurunan kadar HbA1C maupun peningkatan kadar adiponektin yang bermakna. Sementara untuk uji korelasi, tidak dijumpai korelasi bermakna antara penurunan kadar HbA1C terhadap perubahan kadar adiponektin (r-0,157, p=0,592). Begitu juga bila dibagi berdasarkan kelompok terapi insulin, insulin plus OHO, dan OHO saja.

Kesimpulan :
Terdapat peningkatan bermkna kadar adiponektin antara sebelum dengan setelah penurunan HbA1C dan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara penurunan kadar HbA1C dengan perubahan kadar adiponektin..

Kata Kunci :
Penurunan HbA1C, adiponektin, DM Tipe 2.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates