Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Pengaruh Pentoxifylline Terhadap Fibroindeks Pada Penderita Hepatitis Kronis B


Judul :
Pengaruh Pentoxifylline Terhadap Fibroindeks Pada Penderita Hepatitis Kronis B

Tahun Terbit :
19 Juni 2009

Penulis :
Eric Halim Sumampow

Pembimbing :
Lukman Hakim Zain

Divisi :
Gastroentero-Hepatologi

Latar Belakang :
Hepatitis Kronis B berlanjut menjadi fibrosis hati dan akhirnya berkembang menjadi penyakit hati tahap akhir. Fibrosis hati adalah reversibel dan pemahaman patogenesis fibrosis telah membuka peluang penggunaan terapi anti fibrosis. Saat ini telah dikembangkan penanda hati non invasif disamping biopsi hati sebagai standar baku emas karena banyak keterbatasan biopsi ini. Salah satu penenda ini adalah Fibroindeks. Pentoxifylline diasumsikan sebagai anti-fibrosis dengan menghambat aktivasi HSC dan sintesa kolagen secara invitro dan invivo.

Tujuan :
Untuk mengetahui penurunan fibroindeks pada  penderita hepatiits kronis B setelah pemberian pentoxifylline.

Metode :
Penelitian dilakukan secara uji klinis prospektif dengan perlakuan ulang. Pasien hepatitis kronis B dengan Fibroindeks > 1,25 diikutsertakan dan dilakukan penilaian fibrosis hati dengan Fibroindeks sebelum dan sesudah pemberian pentoxifylline dengan dosis 3x400 mg selama 4 minggu.

Hasil :
Dari 15 orang pasien yaitu 12 pria dan 3 wanita, setelah 4 minggu pemerian pentoxifylline didapati penurunan bermakna pada GOT (67.3 + 35.9 vs 53.4 + 19.8 P=0,029), GPT (79,2 + 20.0 vs 67.9 + 13.9, p=0,009), bilirubin total (1,65 + 1,7 vs 1.16 + 0,71, p=0,004). Peningkatan tidak bermakna pada albumin (4.43 + 0.81 vs 4.49 + 0.57, p=0,656), trombosit (170.7 + 59.0 vs 173.7 + 61.7, p=0,643). Penurunan tidak bermakna pada gamma globulin (1.90 + 0,31 vs 1.89 + 1.77 + 0.46, p=0,057).

Kesimpulan :
pemantauan terapi penatoxifylline selama 4 minggu pada penderita hepatitis kronis B menunjukkkan penurunan fibrosis hati berdasarkan Fibroindeks walau tidak bermakna secara statistik. Pentoxifylline dapat juga menurunkan GOT, GPT dan Bilirubin secara efektif.

Kata Kunci :
Hepatitis B Kronis, Fibroindeks, Fibrosis, Biopsi, HSC, Pentoxifylline.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates