Judul :
Pengaruh Pentoxifylline terhadap Kadar Asam Hialuronat Serum pada Penderita Heaptitis Kronis B
Tanggal Terbit :
24 November 2008
Penulis :
Zulfan
Pembimbing :
Lukman Hakim Zain
Divisi :
Gastroenterologi Hepatologi
Latar Belakang :
Hepatitis Kronis B diderita oleh 400 juta orang diseluruh dunia dan sekitar 15-140% penderita hepatitis kronis B akan menjadi penderita sirosis dan penyakit tahap akhir. Sirosis dan penyakit hati tahap akhir disebabkan oleh terbentuknya fibrosis hati pada kerusakan hati kronis dan penelititan terkini memeperlihatkan fibrosis hati merupakan suatu proses yang reversibel. Netralisasi respon-respon hepatic stellate cell (HSC) pada kerusakan hati kronis melalui inhibisi transduksi sinyal merupakan salah satu cara yang memberikan manfaat terapi pada fibrosis hati. Pentoxifylline merupakan salah satu obat yang memodulasi tranduksi sinyal fibrogenik sehingga dapat bermanfaat sebagai antifibrosis hati.
Tujuan :
Untuk mengetahui penurunan kadar asam hialuronat serum pada penderita hepatitis kronis B setelah pemberian pentoxifylline.
Metode :
15 pasien hepatitis kronis B dengan peningkatan SGPT (>1,3 kali) dilakukan uji klinis dengan pengukuran kadar asam hialuronat serum sebelum dan sesudah pemberian pentoxifylline dengan dosis 400 mg 3 kali sehati selama 4 minggu.
Hasil :
Setelah 4 minggu terapi didapatkan penurunan rerata SGPT (79,67 + 19,88 vs 68,07 + 13,9; p=0,007), SGOT (68,2 +35,65 vs 51,8 +16,43; p=0,001), bilirubin total (1,60+ 1,72 vs 1,11 +0,72; p=0,005) dan asam hialurnat (713,72 + 434,76 vs 554,81 +330,86; p=0,08).
Kesimpulan :
Pemberian pentoxifylline selama 4 minggu sebagai antifibrosis pada pasien hepatitis kronis B berdasarkan pengukuran kadar serum asam hialuronat tidak sepnuhnya bermakna, namun efektif mencapai penurunan SGOT, SGPT dan bilirubin.
Kata Kunci :
SGPT, SGOT,dan bilirubin.


01.32
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar