Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Pengaruh Modifikasi Pola Hidup Dengan Atau Tanpa Metformin Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Penderita Obesitas


Judul :
Pengaruh Modifikasi Pola Hidup Dengan Atau Tanpa Metformin Terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Penderita Obesitas

Tanggal Terbit :
21 Oktober 2010

Penulis :
Hendra Zufri

Pembimbing :
Mardianto, Dharma Lindarto

Divisi :
Endokrin dan Metabolik

Latar Belakang :
Obesitas sering dijumpai saat ini dan berkaitan dengan banyak masalah kesehatan di masyarakat. Modifikasi pola hidup atau saat ini dikenal sebagai pola hidup medik (PHM) termasuk di dalamnya pengurangan kalori makanan dan aktifitas fisik merupakan terapi lini pertama pada obesitas, walaupun target terapi sangat sulit dicapai dengan terapi ini saja. Terkadang terapi farmakologi sangat dibutuhkan untuk mencapai target berat badan jangka lama pada pasien obesitas. Adanya efek penurunan berat badan pada terapi metformin kelihatannya menjanjikan, walaupun dari beberapa penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan baik dalam jumlah sampel maupun desain penelitian.

Tujuan :
Melihat pengaruh pola hidup medik dengan atau tanpa metformin terhadap kadar glukosa darah dan lipid pada penderita obesitas.

Bahan dan Cara :
Dilakukan randomisasi pada 37 pasien obesitas (18 pria dan 19 wanita, rerata usia 34,05 tahun, rerata Indeks Masa Tubuh (IMT) 30,97 kg/m2) ke dalam 19 pasien dengan intervensi pola hidup medik dan placebo sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan selama 12 minggu dalam periode Maret – September 2010 di poliklinik Endokrin dan Metabolik RSUP H. Adam Malik Medan. Hasil yang diamati setelah 12 minggu meliputi perubahan parameter antropometri, kadar glukosa darah dan profil lipid.

Hasil :
Pada kelompok dengan pola hidup medik dan metformin didapat adanya perbaikan berat badan - 8,2%, lingkar pinggang – 10,2 % Indeks Masa Tubuh (IMT) – 8,3%, tekanan darah sistolik – 6,8 mmHg, tekanan darah diastolik – 4,9 mmHG, kadar glukosa darah puasa – 8,7%, kadar glukosa darah 2 jam post prandial – 11,7%, kolesterol total – 15,09%, kolesterol LDL – 20,08% dan trigliserida sebesar – 39,09% dan kesemuanya lebih baik dibanding kelompok plasebo dan bermakna secara statistik. Sedangkan pada parameter berat badan – 5,02%, lingkar pinggang – 3,8%, IMT -6,5% dan kadar trigliserida sebesar -25,04%. Efek samping penggunaan metformin pada penelitian ini kecil dan relatif sama dengan plasebo.

Kesimpulan :
Didapat adanya perbaikan parameter antropometri, tekanan darah, kadar glukosa darah dan profil lipid yang lebih baik dan bermakna pada kelompok dengan pola hidup medic dan metformin dibandingkan kelompok control yang hanya menggunakan placebo setelah 12 minggu.

Kata Kunci :
Pola hidup medik, metformin, parameter antropometri, kadar glukosa darah, profil lipid.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates