Judul :
Hubungan Phase Angle Pada Biolectrical Impedance Analysis Dengan Berbagai
Kareakteristik Dan Lama Harapan Hidup Pasien Hemdoalisis Kronik
Tanggal Terbit :
28 Maret 2011
Penulis :
Riri Andri Muzasti
Pembimbing :
Abdurrahim Rasyid Lubis, Harun Rasyid
Lubis
Divisi :
Nefrologi-Hipertensi
Latar Belakang :
Biolectrical Impedance Analysis (BIA) merupakan metode yang mudah
digunakan, tidak invasif, dan dapat dilakukan berualng-ulang dalam menilai
perubahan komposisi tubuh dan status nutrisi. Phase angle (PhA), parameter yang
dihasilkan BIA, dapat mendeteksi perubahan komposisi tubuh sehingga dapat
digunakan sebagai indikator prognostik pada beberapa kondisi kronik.
Tujuan :
Penelitian retrospective longitudinal abservational ini dilakukan untuk
menentukan hubungan antara nilai phase angle pada BIA dengan berbagai
karakteristik dan lama harapan hidup pasien hemodialisis (HD) kronik.
Metode :
Penelitian ini melibatkan 90 pasien HD kronik di KSGH Rasyida Medan. Metode
Kaplan-Meier digunakan untuki menentukan lama harapan hidup. Proportional
Hazard Regression digunakan untuk menilai pengaruh prognostik PhA dan berbagai
karakteristik pasien terhadap lama harapan hidup pasien HD kronik.
Hasil :
Berdasarkan analisa univariat, kurva Kaplan-Meier menunjukan hubungan yang
signifikan antara harapan hidup dengan PhA (p=0,000), usia HD pertama kali
(p=0,011), Diabetes Melitus (DM) (p=0,014) dan lama HD (p=0,000). Pada analisa
bivarit, PhA secara sifnifikan berhubungan dengan DM (p=0,000), usia HD pertama
kali (p=0,012), dan BMI (p=0,017). Namun pada analisa multivariat, setelah
dilakukan penyesuaian, ternyata harapan hidup lebih dominan dipengaruhi oleh
lama HD dan adanya DM.
Kesimpulan :
PhA, parameter yang dihasilkan BIA dapat digunakan sebagai indikator
prognostik pada pasien hemodialisis kronik, meskipun adanya DM dan lama HD
lebih besarnya pengaruhnya pada harapan hidup.
Kata Kunci :
Phase Angle, BIA, harapan hidup, hemodialisis kronik.


01.27
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar