Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Hubungan Perilaku Berisiko Dengan Kekerapan Infeksi HIV pada Penghuni Lembaga Permasyarakatan Medan


Judul :
Hubungan Perilaku Berisiko Dengan Kekerapan Infeksi HIV pada Penghuni Lembaga Permasyarakatan Medan

Tanggal Terbit :
28 Januari 2010

Penulis :
Wahyu Diansyah

Pembimbing :
Tambar Kembaren

Divisi :
Penyakit Tropik & Infeksi

Latar Belakang :
Kasus infeksi HIV/AIDS terus meningkat sepanjang tahun. Umumnya penderita HIV/AIDS paling sering dijumpai pada kelompok usia produktif. Narapidana di Indonesia positif HIV terus meningkat jumlahnya. Data Depkes menunjukkan di tahun 2000, 17,5% dari semua narapidana positif HIV dan jumlah ini meningkat menjadi 22% di tahun 2002. Belum dialporkan angka kejadian infkesi HIV/AIDS pada narapidana dewada muda usia 15-21 tahun.

Tujuan :
Untuk mengetahui hubungan perilaku berisiko dengan kekerapan HIV penghuni Lapas anak kelas IIA Tanjung Gusta di Medan.

Metode :
Penelitian dilkukan secara potong lintang yang berlangsung dari bulan Febaruari sampai Oktober 2009, dengan melibatkan 78 narapidana di Lapas Tanjung Gusta Medan.  Dilakukan pemeriksaan Rapid Test dan kuesioner tentang perilaku berisiko narapidana.

Hasil : 
Dari 78 narapidana ditemukan 4 orang (5,1%) yang HIV positif secara Rapid Test. Ada hubungan perilaku narkoba suntik dengan terjadinya infeksi HIV (p=0,01), ada hubungan perilaku kegiatan pentatoan dengan terjadinya infeksi HIV (p=0,022), tidak ada hubungan perilaku sex bebas dengan terjadinya infeksi HIV (p=0,348), tidak ada hubungan perilaku homosex dengan terjadinya infeksi HIV (p=0,505)

Kata Kunci : 
Narapidana, Perilaku berisiko, Rapid Test, Infeksi HIV/AIDS.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates