Judul :
Hubungan Pemanjangan Interval QTc dengan Derajat Disfungsi pada Penderita
Sirosis Hati.
Tangal Terbit :
30 Oktober 2008
Penulis :
Delvi Naibaho
Pembimbing :
Refli Hasan, Lukman Hakim Zain
Divisi :
Kardiologi
Latar Belakang :
Abnormalitas elektrofisiologi jantung penderita sirosis hati telah lama
diketahui, meskipun demikian mekanisme yang mendasari kelainan ini belum
sepenuhnya dipahami. Salah satu gangguan elektrofisiologi jantung yang penting
pada penderita sirosis hati adalah pemanjangan interval QTc yang dapat
dideteksi
Tujuan :
Untuk mengetahui hubungan pemanjangan interval QTc dengan derajat disfungsi
hati pada penderita sirosis hati.
Metode :
Penelitian ini dilakukan secara potong lintang muali Mei 2008-Agustus 2008
yang mengikutsertakan penderita sirosis hati rawat jalan Poliklinik dan rawat
inap di Divisi Gastroentero-Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
RSUP.H.Adam Malik dan RS. Dr. Pirngadi Medan. Diagnosis ditegakkan dengan
anamnesis, pemeriksaan fisik, USG dan pemeriksaan laboratorium. Interval QTc
dihitung berdasarkan rumus formula Bazett.
Hasil :
Dari 30 penderita pasien sirosis hati didapati 24 orang (80,0%) mengalami
pemanjangan interval QTc. Rerata interval QTc terpanjang pada Child-Pugh C (541+63,4;
p 0,004). Pemanjangan interval QTc berkorelasi positif bermakna dengan skor
Chil-Pugh (r=0,447; p=0,01) tanpa dipengaruhi etiologi sirosis hati tersebut.
Kadar albumin, kalium dan kalsium berkorelasi negatif bermakna dengan
pemanjangan interval QTc.
Kesimpulan :
Pemanjangan interval QTc berkorelasi positif bermakna dengan derajat
disfungsi hati.
Kata Kunci :
Interval QTc, sirosis hati, skor Child-Pugh.


03.31
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar