Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 15 Juni 2012

Hubungan Pemanjangan Interval QTc dengan Derajat Disfungsi pada Penderita Sirosis Hati

Judul :
Hubungan Pemanjangan Interval QTc dengan Derajat Disfungsi pada Penderita Sirosis Hati.

Tangal Terbit :
30 Oktober 2008

Penulis :
Delvi Naibaho

Pembimbing :
Refli Hasan, Lukman Hakim Zain

Divisi :
Kardiologi

Latar Belakang :
Abnormalitas elektrofisiologi jantung penderita sirosis hati telah lama diketahui, meskipun demikian mekanisme yang mendasari kelainan ini belum sepenuhnya dipahami. Salah satu gangguan elektrofisiologi jantung yang penting pada penderita sirosis hati adalah pemanjangan interval QTc yang dapat dideteksi

Tujuan :
Untuk mengetahui hubungan pemanjangan interval QTc dengan derajat disfungsi hati pada penderita sirosis hati.

Metode :
Penelitian ini dilakukan secara potong lintang muali Mei 2008-Agustus 2008 yang mengikutsertakan penderita sirosis hati rawat jalan Poliklinik dan rawat inap di Divisi Gastroentero-Hepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUP.H.Adam Malik dan RS. Dr. Pirngadi Medan. Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, USG dan pemeriksaan laboratorium. Interval QTc dihitung berdasarkan rumus formula Bazett.

Hasil :
Dari 30 penderita pasien sirosis hati didapati 24 orang (80,0%) mengalami pemanjangan interval QTc. Rerata interval QTc terpanjang pada Child-Pugh C (541+63,4; p 0,004). Pemanjangan interval QTc berkorelasi positif bermakna dengan skor Chil-Pugh (r=0,447; p=0,01) tanpa dipengaruhi etiologi sirosis hati tersebut. Kadar albumin, kalium dan kalsium berkorelasi negatif bermakna dengan pemanjangan interval QTc.

Kesimpulan :
Pemanjangan interval QTc berkorelasi positif bermakna dengan derajat disfungsi hati.

Kata Kunci :
Interval QTc, sirosis hati, skor Child-Pugh.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates