Judul :
Hubungan kendali kadar gula darah dengan asymmetrical dimethylarginine
(ADMA) pada pasien dm tipe2.
Tanggal Terbit :
22 Juni 2010
Penulis :
Ameliana S. Purba
Pembimbing :
Dharma Lindarto
Divisi :
Endokrinologi Metabolik
Latar Belakang :
Meningkatkan angka harapan hidup akan meningkatkan prevalensi penyakit
metabolik, terutama diabetes mellitus (DM) sedangkan penyakit kardiovaskuler
merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien DM. Disfungsi
endotelial akan membawa terjadinya pembentukan plak, progresi dan ruptur.
Mekanisme gangguan endotelial diperantarai sebuah meolekul inhibitor endogen
nitrit oksida sitnese (NOS) yang dikenal dengan asimetrikal dimetilarginin
(ADMA). Faktor resiko gangguan fungsi vasodilator endotelial disebabkan karena
akumulasi ADMA. Dengan blokade generasi NO, ADMA dapat memulai proses-proses
dalam atherogenesis, progresis plak dan ruptur plak. Sejauh ini data mengenai
ADMA pada pasien DM Tipe 2 belum banyaki dipublikasikan di Indonesia, sehingga
menarik untuk diteliti.
Tujuan :
Untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dan HbA1c dengan nilai
ADMA pada pasien DM Tipe 2.
Metode :
Penelitian dilakukan mulai bulan Januari 2009 sampai dengan Juni 2009
dengan metode potong lintang. Jumlah peserta yang diperiksa adalah 44 orang
yang dipilih acak dari pasien DM tipe 2 yang berobat rawat jalan di Poliklinik
Penyakit Endokrin dan Metabolik RS.HAM. Dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan kadar gula darah, HbA1c dan ADMA. Dikatakan kadar gula terkendali
jika HbA1c < 7%.
Hasil :
Dari 44 sampel, didipatkan rerata umur (58,70 + 9,059) tahun, rerata
kadar gula darah sewaktu (194,89 + 79,310) mg/dl, rerata HbA1c (8,395 + 2,5134) % dan rerata ADMA (0,9161 +
0,399) umol/L. Terdapat 20 (45,45%) sampel dengan kadar gula darah
terkendali. Nilai rerata ADMA pada kelompok kadar gula darah tidak terkendali
lebih tinggi dibanding kelompok dengan kadar gula darah terkendali (1,03 +
0,057 vs 0,779 + 0,1166) umol/L. Didapatkan hubungan yang tidak bermakna
antara KGD sewaktu dengan ADMA (p = 0,471), sedangkan hubungan antara HbA1c
dengan ADMA mendekati bermakna (p = 0,052).
Kesimpulan :
Penelitian ini menemukan bahwa nilai rerata ADMA pada pasien DM tipe 2 yang
tidak terkendali lebih tinggi dari pasien yang kadar gula darahnya terkendali.
Kata Kunci :
asymmetrical dimethylarginine,DM tipe 2, disfungsi endotel, HbA1c.


03.05
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar