Judul :
Hubungan antara Parameter Cairan Tubuh yang diukur dengan Bio Impedance Analysis (BIA) dengan Kualitas Hidup yang
diukur dengan Short Form-36 (SF-36) pada Pasien Gagal Jantung NYHA 1 dan II.
Tanggal Terbit :
27 November 2008
Penulis :
Lili Syarief Hidayatsyah
Pembimbing :
Refli Hasan, R. Tunggul Ch.
Divisi :
Kardiologi
Latar Belakang :
Manifestasi klinis yang utama dan gagal jantung adalah sesak nafas
(dyspnea) dan fatik (fatigue) yang terjadi oleh karena kongesti paru dan edema
perifer yang merupakan akibat dari retensi cairan ekstraseluler sehingga
menyebabkan penurunan toleransi latihan (decrease of exercise tolerance),
kapasitas fungsional, kuaitas hidup, meningkatkan angka morbiditas dan
mortalitas. Keluhan penderita gagal jantung cenderung untuk berubah-ubah yang
salah satu penyebabnya adalah fluktuasi volume cairan ekstraseluler.
Tujuan :
Menilai hubungan parameter volume cairan tubuh yang diukur dengan BIA
dengan kualitas hidup yang diukur SF-36 pada penderita gagal jantung NYHA I dan
II.
Metode :
Penelitian dilakukan pada 32 pasien gagal jantung NYHA I dan II yang
melakukan pemeriksaan di Poliklinik Kardiologi RS. Tembakau Deli dan RS. Dr.
Pirngadi Medan. Keseluruhan pasien dilakukan : pengukuran kadar albumin serum, pemeriksaan
Bio Impedance Analysis untuk menilai volume cairan tubuh, pengisian kuesioner
SF-36 (menilai kualitas hidup).
Hasil :
Dari 32 orang yang diteliti didapat kualitas hidup baik kesehatan fisik
maupun mental pasien gagal jantung NYHA I (n=14) (57,73 + 17,93 dan 70,67 +18,61) lebih baik
dibanding NYHA Ii (n=18) (42,36 + 20,74 dan 48,39 + 19,09).
Korelasi positif signifikan antara kesehatan fisik dengan ICW/TBW (p=0,02:
r=0,62 serta korelasi negatif signifikan dengan ECW/TBW, ECW/ICW dan Dry Weight
(p=0,03; r=0,59; p=0,03; r=0,59 dan p=0,04; r=0,54) pada pasien gagal jantung
NYA I. Sedangkan pada pasien gagal jantung NYHA II didapat korelasi positif
antara dimensi kesehatan fisik dengan ICW/TBW (p=0,04; r=0,49) serta korelasi
negatif signifikan dengan TBW %, ECW, ECW/TBW, ECW/ICW dan Dry Weight (p=0,04;
r=0,49; p=0,02; r=0,56; p=0,04; r=0,49; p=0,02; r=0,55 dan p=0,02 r=0,53). Dan tidak dijumpai kesehatan mental
dengan seluruh parameter volume cairan tubuh baik pada pasien gagal jantung
NYHA I maupun NYHA II.
Kesimpulan :
Kualitas hidup penderita gagal jnatung NYHA I lebih baik dari NYHA II.
Kelebihan volume cairan ekstrasel berpengaruh terhadap penurunan kualitas
kesehatan fisik baik pada penderita gagal jantung NYHA II maupun NYHA I.
Kata Kunci :
Volume cairan ekstrasel, Bio Impedance Analysis (BIA), Kualitas hidup
(SF-36), Gagal Jantung NYHA I dan II.


01.24
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar