Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juni 2012

Hubungan antara Parameter Cairan Tubuh yang diukur dengan Bio Impedance Analysis (BIA) dengan Kualitas Hidup yang diukur dengan Short Form-36 (SF-36) pada Pasien Gagal Jantung NYHA 1 dan II


Judul :
Hubungan antara Parameter Cairan Tubuh yang diukur dengan Bio Impedance Analysis (BIA) dengan Kualitas Hidup yang diukur dengan Short Form-36 (SF-36) pada Pasien Gagal Jantung NYHA 1 dan II.

Tanggal Terbit :
27 November 2008

Penulis :
Lili Syarief Hidayatsyah

Pembimbing :
Refli Hasan, R. Tunggul Ch.

Divisi :
Kardiologi

Latar Belakang :
Manifestasi klinis yang utama dan gagal jantung adalah sesak nafas (dyspnea) dan fatik (fatigue) yang terjadi oleh karena kongesti paru dan edema perifer yang merupakan akibat dari retensi cairan ekstraseluler sehingga menyebabkan penurunan toleransi latihan (decrease of exercise tolerance), kapasitas fungsional, kuaitas hidup, meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Keluhan penderita gagal jantung cenderung untuk berubah-ubah yang salah satu penyebabnya adalah fluktuasi volume cairan ekstraseluler.

Tujuan : 
Menilai hubungan parameter volume cairan tubuh yang diukur dengan BIA dengan kualitas hidup yang diukur SF-36 pada penderita gagal jantung NYHA I dan II.
 
Metode : 
Penelitian dilakukan pada 32 pasien gagal jantung NYHA I dan II yang melakukan pemeriksaan di Poliklinik Kardiologi RS. Tembakau Deli dan RS. Dr. Pirngadi Medan. Keseluruhan pasien dilakukan : pengukuran kadar albumin serum, pemeriksaan Bio Impedance Analysis untuk menilai volume cairan tubuh, pengisian kuesioner SF-36 (menilai kualitas hidup).

Hasil :
Dari 32 orang yang diteliti didapat kualitas hidup baik kesehatan fisik maupun mental pasien gagal jantung NYHA I (n=14) (57,73 +  17,93 dan 70,67 +18,61) lebih baik dibanding NYHA Ii (n=18) (42,36 + 20,74 dan 48,39 + 19,09). Korelasi positif signifikan antara kesehatan fisik dengan ICW/TBW (p=0,02: r=0,62 serta korelasi negatif signifikan dengan ECW/TBW, ECW/ICW dan Dry Weight (p=0,03; r=0,59; p=0,03; r=0,59 dan p=0,04; r=0,54) pada pasien gagal jantung NYA I. Sedangkan pada pasien gagal jantung NYHA II didapat korelasi positif antara dimensi kesehatan fisik dengan ICW/TBW (p=0,04; r=0,49) serta korelasi negatif signifikan dengan TBW %, ECW, ECW/TBW, ECW/ICW dan Dry Weight (p=0,04; r=0,49; p=0,02; r=0,56; p=0,04; r=0,49; p=0,02; r=0,55 dan p=0,02  r=0,53). Dan tidak dijumpai kesehatan mental dengan seluruh parameter volume cairan tubuh baik pada pasien gagal jantung NYHA I maupun NYHA II.

Kesimpulan :
Kualitas hidup penderita gagal jnatung NYHA I lebih baik dari NYHA II. Kelebihan volume cairan ekstrasel berpengaruh terhadap penurunan kualitas kesehatan fisik baik pada penderita gagal jantung NYHA II maupun NYHA I.

Kata Kunci : 
Volume cairan ekstrasel, Bio Impedance Analysis (BIA), Kualitas hidup (SF-36), Gagal Jantung NYHA I dan II.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates