Judul :
Gambaran Kadar Glukosa Darah Puasa pada Kelompok Yang Berisiko
Tinggi DM Tipe 2 di Kota Medan.
Tanggal Terbit :
Penulis :
Anita Rosari Dalimunthe
Pembimbing :
Dharma Lindarto
Divisi :
EndokrinologiMetabolik
Latar Belakang :
Resistensi insulin ditandai dengan adanya peningkatan glukosa darah puasa
dan diikuti dengan disfungsi sel β. Pada kelompok yang berisiko tinggi DM tipe
2 akan terjadi gangguan glukosa darah puasa sebelum timbulnya DM.
Tujuan :
Studi ini meneliti kelopmok yang berisiko tinggi untuk terjadinya DM tipe 2
di Puskesmas Kota Medan.
Metode :
Penelitian ini dilakukan secara deskritif di 10 Puskesmas terpilih secara
random terhadap kelompok yang berisiko tinggi DM tipe 2 berdasrakan kriteria
ADA yaitu Umur > 45 tahun, IMT > 25 kg/m2, Riwayat orang tua DM, Riwayat
Hieprtensi > 140/90 mmHg. Riwayat melahirkan bayi > 4000gr.
Seluruh subyek disuruh puasa selam 8-10 jam dimulai malam hari sampai diperiksa
gula darah puasanya keesokan hari.
Hasil :
Dari 291 orang subjek penelitian, didapat sebanyak 64 orang (21,99%) dengan
gula darah tergangu, subyek dengan 1 kelompok risiko yang mengalami GDPT
sebanyak 19 (20,65% orang., 2 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 32
(21,8%) orang, 3 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 11 (22,92%)
orang, 4 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 2 (50%) orang, sedangkan
subyek dengan 5 kelompok risiko tidak kami dapati pada penelitian ini.
Kesimpulan :
Penelitian ini membuktikan rekomendasi ADA untuk menskrining individu yang
mempunyai risiko untuk terjadinya DM Tipe 2 dengan pemeriksaan glukosa darah
puasa sangat bermanfaat.
Kata Kunci :
ADA, DM,. GDPT, Faktor Risiko, Skrining DM.


03.15
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar