Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 15 Juni 2012

Gambaran Kadar Glukosa Darah Puasa pada Kelompok Yang Berisiko Tinggi DM Tipe 2 di Kota Medan

Judul :
Gambaran Kadar Glukosa Darah Puasa pada Kelompok Yang  Berisiko Tinggi DM Tipe 2 di Kota Medan.

Tanggal Terbit :

Penulis :
Anita Rosari Dalimunthe

Pembimbing :
Dharma Lindarto 

Divisi :
EndokrinologiMetabolik

Latar Belakang :
Resistensi insulin ditandai dengan adanya peningkatan glukosa darah puasa dan diikuti dengan disfungsi sel β. Pada kelompok yang berisiko tinggi DM tipe 2 akan terjadi gangguan glukosa darah puasa sebelum timbulnya DM.

Tujuan : 
Studi ini meneliti kelopmok yang berisiko tinggi untuk terjadinya DM tipe 2 di Puskesmas Kota Medan.
 
Metode :
Penelitian ini dilakukan secara deskritif di 10 Puskesmas terpilih secara random terhadap kelompok yang berisiko tinggi DM tipe 2 berdasrakan kriteria ADA yaitu Umur > 45 tahun, IMT > 25 kg/m2, Riwayat orang tua DM, Riwayat Hieprtensi > 140/90 mmHg. Riwayat melahirkan bayi > 4000gr. Seluruh subyek disuruh puasa selam 8-10 jam dimulai malam hari sampai diperiksa gula darah puasanya keesokan hari.

Hasil :
Dari 291 orang subjek penelitian, didapat sebanyak 64 orang (21,99%) dengan gula darah tergangu, subyek dengan 1 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 19 (20,65% orang., 2 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 32 (21,8%) orang, 3 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 11 (22,92%) orang, 4 kelompok risiko yang mengalami GDPT sebanyak 2 (50%) orang, sedangkan subyek dengan 5 kelompok risiko tidak kami dapati pada penelitian ini.

Kesimpulan :
Penelitian ini membuktikan rekomendasi ADA untuk menskrining individu yang mempunyai risiko untuk terjadinya DM Tipe 2 dengan pemeriksaan glukosa darah puasa sangat bermanfaat.

Kata Kunci : 
ADA, DM,. GDPT, Faktor Risiko, Skrining DM.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates